Untuk Para istri

Banyak isteri yg merasa khawatir kalau suaminya hijrah, bahkan mungkin ada yg mengancam akan meninggalkan suami nya kalau tetap nekad hijrah. Sebenarnya isteri yg seperti ini sayang sama suaminya atau sayang sama GAJI suaminya ?

Alasannya selalu, kalau suaminya hijrah terus mereka mau makan apa ?

Tapi kalau di tanya, memangnya selama ini yang kasih makan mereka siapa ?….suaminya/gaji suaminya/ perusahaan suaminya…atau ALLAH.

Hampir semua orang kalau ditanya dengan pertanyaan seperti diatas jawabannya selalu yakin ….yg kasih makan kita pastilah ALLAH…. Jadi antara ke khawatiran dengan keyakinannya tidak singkron.

Kalau yakin yg kasih makan kita itu adalah ALLAH …Lalu apa hubungannya dengan suaminya hijrah atau tidak hijrah ?
Apakah kalau suaminya hijrah, ALLAH nya jadi tidak ada ?…kalau kita yakin ALLAH tetap ada saat jadi apapun kita (pegawai atau bukan pegawai)…lalu mengapa kita jadi takut tidak bisa makan ?

Kepada para isteri saya sebenarnya ingin bertanya…apakah kalian yakin kalau suami kalian itu akan menemani kalian selamanya ?

Apakah tidak mungkin ALLAH “memanggil” suami kalian lebih dulu dari kalian ?… sangat mungkin bukan…kalau hal ini terjadi apakah ALLAH akan tanya dulu ke isteri kesiapan utk di tinggalkan suaminya ? Atau apakah para isteri punya pilihan kalau ALLAH menghendaki ajal suami nya itu tiba ?

Kalau sudah demikian apakah kalian masih harus bertanya…terus mau makan apa ?

Coba lihat di lingkungan kalian saat ini, baik di keluarga atau tetangga atau kolega…apakah ada keluarga (isteri dan anak) yg telah di tinggal mati oleh suami (kepala keluarga) nya ?

Coba perhatikan apakah setelah suaminya meninggal dunia…otomatis isteri dan anak2 nya juga ikut mati karena kelaparan ?

Bahkan banyak Isteri dan anak2 yang lebih sukses setelah mereka di tinggal mati oleh suami (kepala keluarga) nya.

Bukankah masing2 kita sudah punya rejekinya sendiri2. Suami punya rejeki sendiri, isteri punya rejeki sendiri, anak2 punya rejeki sendiri2. Dan sudah lama kita dengar pernyataan bahwa “REJEKI TIDAK PERNAH TERTUKAR”…bukankah hal ini berlaku juga antara suami dan isteri, bahwa rejekinya isteri tdk pernah tertukar dengan rejeki suaminya.

Apakah selama ini kalian menganggap yg isteri dan anak2 pake buat makan itu adalah rejeki nya suami, berarti isteri dan anak2 telah mengambil rejeki nya suami…lalu dimana rejeki nya isteri dan anak2 kalau gitu ?
Kalau hal seperti ini yg terjadi, berarti kalau seorang suami (Kepala keluarga) meninggal maka akan berhenti juga rejeki dari keluarga itu…apakah begitu ?

Coba deh kalian fikirkan ini dengan lebih tenang dan dengarlah suara hati kalian…saya yakin ibu akan mendapatkan jawabannya.

Kalau suami mati saja ibu2 tidak perlu khawatir….APALAGI KALAU SUAMINYA CUMA HIJRAH, SUAMINYA MASIH HIDUP !!!

Ketahuilah wahai para isteri….suamimu itu sedang butuh dukungan dari mu agar dia bisa dengan yakin mengambil keputusannya….yang dia harapkan adalah satu kalimat darimu:

“Wahai suamiku…ambilah keputusanmu itu, In shaa ALLAH aku akan tetap menemanimu berjalan di jalan ALLAH dan doakan aku menjadi orang yg sabar dan istiqomah dalam hijrah kita”

Untuk di renungkan para isteri

Hormat saya
EL Candra
XBank