“THR”

Ada yg saat mendekati puasa seperti ini sudah mulai membuat planing utk membelanjakan uang THR nya, walaupun uang THR nya sendiri belumlah di tangan.

Inilah salah satu kehebatan orang Indonesia, bisa belanja dulu walaupun belum pegang uang. Begitu juga kalau ada issue kenaikan gaji, walaupun itu baru issue biasanya otak kita sudah belanja dulu dengan mengasumsikan besarnya kenaikan gaji kita sendiri….walaupun sekali lagi, kenaikan gaji itu baru issue.

Dulu waktu aku jadi pegawai pun aku suka melakukan hal yang sama.

Jadi jangan heran kalau pasar Kartu Kredit tidak pernah ada mati nya.

Saat ini, di tahun ke 5 hijrah ku kondisi nya jelas berbeda. Usaha ku yg menjadi jalan rejeki ku saat ini adalah warung bubur ayam Syarifah, dimana sudah dari sejak awal didirikan kalau setiap bulan puasa kami tutup selama lebih dari satu bulan dan biasanya baru pada 1 minggu setelah Idul Fitri kami kembali beroperasi. Sebenarnya pertimbangan tutup ini bukan karena kami di Syarifah ini semuanya orang alim dimana saat puasa kami gunakan utk fokus pada Ibadah, namun krn kami ditakdirkan sebagai tukang Bubur Ayam dimana secara umum masyarakat punya persepsi bahwa makan bubur cocoknya adalah saat sarapan pagi, bayangkan kalau saat bulan puasa kami tetap buka…siapa saja yg mau sarapan dibulan puasa ? Kalaupun waktu operasional warung kami rubah menjadi sore hari dengan harapan sebagai menu buka puasa…sangat sedikit orang yg memilih buka puasa dengan makan bubur ayam…nggak nendang katanya.

Dengan kondisi yg demikian, aku ingin mengajak rekan2 utk berhitung kondisi aku disaat bulan puasa ini, dilihat dari beberapa sisi sbb :

Sisi Pendapatan dari warung :
Dari sisi ini jelaslah kalau aku tdk bisa mengharapkan hasil apa2, bahkan dapat dipastikan kalau nilainya akan negatif krn omset tdk ada tapi biaya listrik di dapur atau kantor tetap aku harus bayar walaupun nilainya lebih kecil dari bulan2 operasional.

Sisi Pengeluaran Rumah tangga :

1. Pengeluaran Rumah Tangga selama puasa, kebiasaan kita kalau saat puasa cenderung lebih hemat atau lebih boros ?, selain keinginan untuk makan enak bertambah pada bulan puasa, harga bahan makananpun cenderung lebih mahal saat bulan puasa.

2. Kebutuhan Idul Fitri, terlepas dari kita tidak harus membeli baju baru saat lebaran, tapi hampir dipastikan kalau kita akan mengeluarkan pengeluaran lebih walaupun hanya sekedar untuk membeli sirup utk tamu yg datang.

3. Kebutuhan Tahun ajaran baru, kemungkinan tahun ajaran baru akan terjadi di bulan Juni, seperti tahun yg lalu dimana jarak antara lebaran dengan tahun ajaran baru sangatlah mepet. Dengan 4 anak, yg terkecil usianya 4 tahun sudah masuk usia sekolah pada tahun ini, yg ke 3 dan ke 2 harus membayar biaya daftar ulang dan uang kegiatan sekolah selama 1 tahun kedepan, yg ke 1 sudah harus membayar uang SKS kuliahnya sementer berikut yg harus dibayar pada bulan Juli ini. Jelaslah besarnya pengeluaran yg harus disiapkan.

Dengan kondisi aku seperti diatas, dimana tdk ada pendapatan tapi pengeluaran sangat jelas nilainya, apakah harus menjadikan diri ku galau ?

Bila kita menghitung kondisi diatas hanya dengan rumus Exel, pastilah hasilnya negatif, mau pake rumus yg secanggih apapun yg digunakan manusia jawabannya sudah jelas pasti kekurangan.

Aku yakin kondisi ini bukan hanya terjadi pada diri ku sendiri, tapi ada banyak dari teman2 yg hijrah sdg siap2 utk berhadapan dengan kondisi diatas. Krn kami tdk lagi bisa mengharapkan gaji, THR, bonus…bahkan diantara kami malah ada yg sebaliknya yaitu harus membayar THR karyawan kami.

Dalam kondisi seperti ini, sangat manusiawi kalau sebagian dari kita akan sibuk mencari “SOLUSI”, bahkan saking seriusnya kita mencari solusi kita sampai lupa bahwa bulan puasa adalah bulan penuh berkah, dimana inilah saat yg tepat untuk kita meningkatkan ibadah kita, tapi pasti juga ada yg berfikir kalau kita sibukkan diri hanya dengan ibadah di bulan puasa ini bagaimana solusi itu bisa kita dapatkan ?

ALhamdulillah aku panjatkan pada ALLAH, kalau saat ini aku sendiri dalam menghadapi kondisi diatas sudah tidak “sekalap” saat aku mengalaminya di tahun pertama hijrah ku, saat ini aku bisa lebih tenang menghadapi nya.

Seperti di 2 tahun terakhir ini, saat bulan puasa kita punya banyak waktu luang utk lebih mendekatkan diri pada ALLAH…bahkan rencana mudikpun tidak aku planning disaat sebelum lebaran krn aku takut ketinggalan 10 hari terakhir Ramadhan yg sangat dianjurkan kita bisa berdiam diri di masjid…terlepas dari apakah “SOLUSI” yg kita harapkan itu diberikan oleh ALLAH…tapi nyatanya aku bisa menghadapinya dengan ketenangan, dengan lebih seringnya kita beribadah di masjid saat Ramadhan membuat hati menjadi semakin tenang…ALLAH lah yg mendatangkan KETENANGAN itu padaku, dan anehnya lagi selama bulan puasa bahkan aku dan istri bisa melakukan kegiatan takjil gratis di depan rumah dengan dukungan para donatur, dimana selama puasa rata2 sejumlah 30 porsi takjil bisa kita siapkan di depan rumah yg aku siapkan meja utk dapat diambil oleh orang yg berpuasa yg lewat. Alhamdulillah lagi saat di sebelum Idul Fitri aku masih bisa memberikan uang ke anak2 utk membeli baju baru walaupun hanya 1 setel per anak nya.

Pada tahun lalu dan tahun sebelumnya pun tahun ajaran baru selalu hampir berdekatan dengan puasa dan Idul Fitri, nyatanya akupun bisa membayar segala kebutuhan sekolah anak2 ku, walaupun ada pembayaran sekolah 1 anak ku yg aku bayarkan atas dana pemberian seorang sahabat ku yg secara sukarela dia berikan.

Kalau dari 2 tahun yg lalu aku selalu lolos dari masalah kebutuhan diatas, lalu apa lagi yang harus aku ragukan untuk kebutuhan yang sama pada tahun ini ?

Bukankan rejeki kita bukan dari omset usaha kita ?

Bukankah sudah 2 tahun berturut2 ALLAH membuktikannya pada ku

Kalau yang kita bisa lakukan hanyalah Tempel Terus ALLAH…maka lakukanlah hal itu dan yakinlah kalau ALLAH akan “bekerja” buat kita.

Jadi rekan2 ku yg sudah hijrah…percayalah bahwa saat inipun kita tetap akan mendapatkan THR, namun berbeda pemberi nya…krn THR kita sekarang adalah “TUNJANGAN HIJRAH dr RIBA”

Semoga kita semua bisa Istiqomah di dalam Hijrah…aamiin.

Hormat saya,
EL Candra
XBank