Suamiku Mantan Pegawai Bank

Sedikit cerita dari kehidupan kami.
Dua tahun terakhir ini adalah saat yang spesial. Kami memulai babak baru di nyaris 10 tahun usia pernikahan.

Hijrah bagi kami adalah sebuah pilihan, lebih dari berubahnya penampilan.

Sebelumnya suami berkarir didunia perbankan, khususnya di bagian perkreditan. Selama 10 tahun merintis dari bawah sampai posisi lumayan nyaman.
Pekerjaan dikantornya sangat padat untuk ukuran Jogja, setiap hari pulang larut minimal jam 8 malam, jika akhir bulan pasti pulang tengah malam. Weekend terkadang lembur. Ketemu anak hanya pagi hari dan hari libur.
Liburan akhir tahun hanyalah khayalan 😅😅

Mendadak semua berubah ketika dua tahun yang lalu suami keluar dari pekerjaan di waktu yang lebih cepat dari yang kami perkirakan, persiapan terasa kurang. Namun saya tetap mendukung keputusannya untuk hijrah menjauh dari riba.

Prosesnya hijrah dari riba luar biasa, fase transisi terasa dari sektor financial sampai ke fisik dan psikis. Mungkin ini yang dikatakan “detox” oleh orang-orang. Dalam 1 tahun pertama, berat badan suami turun 10kg, dan berat badan saya naik 17kg 😱😱😭
Itulah perbedaan efek stress pada laki-laki dan perempuan 😅

Kami bukan hijrah karena kapok kepentok tagihan hutang. Kami jarang berhutang. Saya hanya memiliki 1 kartu kredit atas nama sendiri yang dibuat sebelum menikah dan jarang sekali dipakai. Suami ada beberapa kartu yang juga jarang dipakai dan kemudian ditutup satu persatu. Satu satunya hutang kami yang agak besar adalah kredit renovasi rumah yang alhamdulillah sudah dilunasi beberapa bulan yang lalu.
Kami hijrah dari riba yang menjadi sumber pemasukan kami. Dosa dosa atas nama target bulanan dan tahunan yang menjadi nasi yang kami telan.

Ini bukan hal umum bagi banyak orang, aneh, tidak keren dan tidak mudah dimengerti bagi banyak orang, termasuk bagi keluarga sendiri. Pilihan yang tidak populer di dunia.

Suami tak lagi rapi jali tiap hari di ruangan kantor ber ac. Tak lagi kesana kemari mengendarai mobil dinas. Tak lagi memiliki tim dan anak buah yang siap manut diperintah.
Post power syndrome itu nyata..

Saya yang sudah terbiasa terima beres untuk kebutuhan tiap bulannya, dan tambahan penghasilan pribadi hanya masuk kantong sendiri, saat ini harus ikut memutar otak mencari ide kreatif yang bisa mencukupi kebutuhan sekeluarga. Tambah lagi ditahun pertama terpaksa jauh dari Kenzie yang dititipkan sementara di Semarang. Sedih tak terhingga 😭😭

Tapi kami yakin niat dan tujuan kami baik, dan alhamdulillah Allah memberi banyak kemudahan dan rezeki. Jika dinalar, mungkin kami akan kandas dan tidak akan bertahan sampai detik ini. Tapi Allah mengirimkan banyak bantuan, penghiburan, ilmu, melalui kebaikan kebaikan yang tidak disangka sebelumnya. Dan itulah rezeki kami yang berwujud materi dan immateril.

Oya, saat ini kami mensuplai air minum kemasan custom label untuk rumah sakit, hotel, dan special events. Juga memproduksi dan menjual handmade homedecor berlabel Pillowtalk secara online di Tips Dekorasi Rumah by Pillowtalk . Dan menerima jasa paket wisata Jogja.
Saya pribadi masih membuka jasa analisa tulisan tangan di Grafologi Tulisan Tangan dan Hypnotherapy (khususnya Hypnoslimming&Hypnobeauty). Hubungi kami bila anda membutuhkan ✌
Hasilnya saat ini mungkin belum bombastis dan maksimal, tapi insyaallah lebih berkah dan hikmahnya indah. Karena rezeki kami saat ini insyaallah tidak mengandung unsur riba.

Alhamdulillah sekarang suami bisa sholat diawal waktu di masjid mana saja, memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga, mengikuti perkembangan anak-anaknya, dan akan beribadah ke tanah suci, insyaallah.

Jika selama 2 tahun berproses ini saya terlihat tegar atau biasa-biasa saja, ini karena saya tidak suka mengeluh dan banyak cerita. Curhat hanya kepada Allah dan sahabat terdekat. Sisanya self therapy..

Alhamdulillah hasil investasi leher keatas yaitu berupa ilmu dari berbagai pelatihan dan sertifikasi yang saya ikuti sebelum dan selama hijrah sangat membantu dan terasa manfaatnya. Sehingga keterbukaan pikiran dan ketenangan hati dapat membersamai proses hijrah ini. Semoga Allah selalu meridhoi 😇😇😇

Ferra Farial
Istri Mantan Pegawai Bank Syariah Aryana Putra