Gue Mantan Pegawai (4) Bank

Gue Mantan Pegawai Bank, bahkan bukan cuma 1 tapi mantan pegawai Bank Swasta Konvensional di 4 Bank yang berbeda, kurang lebih selama 11 tahun lamanya, dibagian ujung tombak kredit pula!!

Ya Gue akui, kalo Gue itu Mantan Pelaku Riba!!.. Tepatnya sebagai Mantan Pemakan Riba (dr Gaji), Mantan Pemberi makan Riba (dr CC), Mantan Saksi (saat Akad Kredit), mungkin juga pernah sebagai Pencatat Riba (saat buat Laporan2 Keuangan), Lengkap!!
Apakah Gue bangga?
Saat itu mungkin akan gue jawab dengan lantang :
“Ya Gue Bangga”..

Bank itu pekerjaan Legal, Bank itu pekerjaan Prestise, Bank itu memenuhi semua kebutuhan kehidupan Gue, kurang apa lagi? Bahkan Bank itu memenuhi kriteria sebagai pekerjaan yang pegawainya layak untuk dijadikan mantu idaman hahaha..

Tapi itu dulu.. Gue yang saat ini  setelah tau soal Riba (walau masih sedikit), masih juga berjuang tuk berusaha meminimalisir hal2 yang terkait dengan hal Riba dalam kehidupan, meski sulit rasanya, mungkin bahkan ada yang masih Gue lakukan tanpa Gue sadari ternyata itu Riba, karena jaman sekarang rasanya sulit tuk menghindar dari keseluruhan Riba dalam kehidupan, yang mungkin namanyapun sudah berubah2 dan tersamarkan, sehingga harus dikaji berulang2, bahkan tanya ke ustadz2 dan banyak membaca referensi2, tapi Gue masih berusaha tuk menghindari sekuat tenaga, semaksimal yang Gue bisa.

Nah disinilah letak krusial Kita tuk saling mengingatkan, sebagai sesama Keluarga, sesama Tetangga, sesama Sahabat, sesama Teman, dan sesama Saudara Seiman.. Andai kehidupan hanya ada di Dunia, perduli amat, sikat ajaa semuaa, puas2in nafsu dan keinginan, toh gak akan ada perhitungan setelah mati.. masalahnya bagi Kita yang memiliki Iman dan Keyakinan, kehidupan dunia ini trnyata hanya lewat, hanya sejenak saja..
Eeehh sekarang aja udah tahun 2018, cepat nya wktu berlalu, sedikit aja menunda kegiatan tau2 udah siang. Ngobrol dengan teman sedikit tau2 sore. Sebentar berikutnya senja datang. Lalu Apa yg di bawa ketika hari senja? apakah Cukup bekal untuk Tidur Panjang?
Karena mungkin aja setelah Gue tulis dan Rekan2 baca postingan ini, tau2 Tamu Terakhir datang menjemput Kita, inna lillahi wa Inna ilaihi Raaji’un..
Entah lah, Semoga Kita semua berbekal cukup untuk menikmati Tidur Panjang.

Ah Loe tuh emang benci aja sama Kita2 yang masih kerja di Bank, yang masih mencari rejeki di Lembaga Keuangan Ribawi??..
Wooii Brooo.. harus berapa kali sih Gue bilang, harus berapa kali Gue buka2an, kalo Gue itu Mantan Pegawai Bank kayak Loe2 pada!!, Gue itu tau enaknya kerja diruangan ber-AC dan kerennya tampang Gue saat berdasi hahaha, Gue tau enaknya keliling dengan driver dan atau mobil dinas bahkan COP, bisa dapat bonus atau kenaikan gaji bahkan 6 bulan sekali, yang tugas dinas keluar kota disediakan akomodasi hingga tidurnyapun mungkin dihotel bintang 5 (hehehe kalo ini trgantung grade dan jabatan juga), dan enaknya uang panas persentase dari nasabah saat goal pencairan (Huss ini double dosa, fraud namanya, bisa berakibat Pidana bila gak sesuai prosedur dan dipaksakan tuk dicairkan, semua Bank melarangnya!!), dibanding sekarang Gue yang cuma duduk di toko kecil Gue jual Pakaian dan sering kepanasan hehehe Alhamdulillaah..

Gue secara pribadi masih sering berpikir bahwa Pegawai Bank dan Karyawan di Lembaga Keuangan Ribawi itu ‘Korban’, korban atas pilihan sendiri yang salah saat awal menentukan masa depan, korban karena tidak mau belajar dan membuka pikiran, korban yang sudah terlanjur terjerumus dan sulit menepi dari kubangan karena sudah terlalu banyak kotoran dan beban yang hinggap dibahu dan badan, korban dari sistem lembaga keuangan yang menjadikan Kita semua umat manusia untuk dijadikan budaknya..
Yang mana sebetulnya para Pelaku Riba itu, yang nota bene mungkin Teman2 disekeliling Kita semua, justru harus Kita rangkul, Kita ingatkan dan Kita selamatkan, juga agar menjadi wasilah agar Kita tetap istiqomah dalam hijrah.

Guys.. Gue dan Rekan2 di komunitas2 Anti Riba aja, yang gembor2 ngomongin bahayanya Riba hampir stiap hari, belum tentu (dengan mudahnya) dapat Surga lho, trus masa iya Kita mau biarkan Teman2 Kita sendiri, Saudara2 Kita sendiri yang jelas2 masih mengangkat senjata tuk menantang Perang pada Allah dan Rasul-NYA, mau Kita biarkan aja?? Masa iya Teman2 yang dulu sama2 dengan Kita, makan sama2 diemperan bareng sama Kita, keliling prospek mencari calon2 korban tuk mau Pinjam dan kerjasama dengan Bank, dijanjikan oleh Allah dalam Neraka Selamanya kalo gak mau tinggalkan sebagai Pelaku Riba, apa mau Kita biarkan aja dan gak diingatkan sama sekali?? Lalu kalo seperti itu niat Gue, masa iya Gue masih dianggap Benci sama Loe2 pada?? Apa untungnya coba buat Gue, justru Gue mungkin aja jadi dibenci, dinyinyirin, apalagi kalo ada yang tau sepek terjang Gue saat Gue masih kerja dulu di Bank, bagaimana cara gue tuk achieve target, bagaimana sikap Gue tuk pertahankan agar portfolio Gue tetap baik, bagaimana treatment Gue sama yang nunggak, jadi jelas gak ada alasan Gue tuk benci sama Kalian, apalagi Gue juga dulu pernah melakukan hal yang sama persis seperti yang masih Teman2 lakukan saat ini.

Tapi, seperti halnya Gue bilang bahwa sebagaimana Gue tau  enaknya kerja di Bank, maka Gue juga tau bagaimana susahnya memutuskan resign dari kerjaan yang legal secara hukum positif, berprestise pula, berpenghasilan cukup bahkan mungkin berlebih, apalagi udah punya keluarga plus saat ini mungkin teman2 menjadi tulang punggung kluarga, Gue tau itu akan sangat berat bahkan bilapun sudah tau beratnya akibat atau adzab Riba dari tuntutan syariah agama.

Gue mungkin salah satu yang gak terlalu sulit tuk tinggalkan kerjaan Gue diperbankan..
Gak punya pinjaman ataupun softloan, Gak punya CC (saat resign),
Pasangan langsung setuju, Anak2 masih kecil (yg ke-3 bahkan masih dalam kandungan saat Gue resign), Orang tua ikut mendukung (walau dengan semua nasehat2 tuk memikirkannya matang2 sbelum mengambil keputusan), Sehingga akhirnya hanya harus selesaikan tanggungjawab2 sisa kerjaan yang belum beres atau harus handover kepada atasan atau Rekan kerja lainnya, Done, Finish, Bye!!..

Namun gak semua orang mengalami resign semudah itu, mungkin ada yang masih punya banyak pinjaman atau softloans, mungkin  pasangan tidak setuju, mungkin orang tua melarang, mungkin tetangga juga keberatan (hehehe), mungkin atasan gak mengijinkan karena kerjaan perfect, mungkin HRD gak kasih ijin sebelum bayar penalty yang ternyata jumlahnya “wow”, mungkin Direksi menahan hingga berbulan bahkan bertahun tuk menunggu pengganti yang sepadan, dan mungkin halangan2 lainnya yang dihadapi Teman2 tuk urung hijrah dari Pekerjaan ribawinya..
Bisa jadi itu ujian2 yang Allah berikan karena Allah ingin menaikkan derajat Teman2..

Tapi percayalah, gak akan pernah ada kesia2an dari sesuatu yang Teman2 korbankan selama pilihan tersebut bersandar pada Perintah Allah subhanahu wata’ala..
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik..”
[HR Ahmad 5:363]

See.. masih ragu dengan Firman Allah dan Sabda Rasulullah??

*Gue a.k.a Nopan – Humas XBank Indonesia..

#“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu”
(Al Baqarah : 278-279)

#”Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”
(Al Baqarah : 275)